Hal tersebut agar perencanan melaut bagi nelayan lebih efisien dan efektif serta tidak mengalami kerugian hingga korban jiwa.
Ditambahkan Hendro, kontribusi Indonesia sebesar 10 persen untuk komoditas perikanan dunia. Hal itu akan lebih lagi jika kita mampu menyesuaikan kondisi cuaca dan iklim.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"SLCN turut mendukung program rencana nasional strategis berupa nawacita di sektor kelautan dan perikanan," sebut Hendro.
Sementara Kepala BMKG Ranai, Feriomex menyebut, pemilihan lokasi di Natuna karena potensi dari sektor laut sangat besar dan menjadi salah satu wilayah terluar yang harus dikembangkan.
Dalam kesempatan itu, Nancy Damanik staf ahli di BMKG Wilayah I, menyampaikan bahwa BMKG telah melahirkan aplikasi bernama Indonesia Weather Information for Shipping (Ina-WIS).
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Aplikasi tersebut berisi sistem informasi cuaca maritim yang sangat interaktif dan mudah digunakan bagi para nelayan.
Aplikasi Ina-WIS merupakan program penting yang bisa dipakai untuk mengetahui zona tangkap ikan sehingga tidak perlu waktu lama untuk mencari ikan, bisa langsung ke lokasi. [gbe]