BerampuNews.WAHANANEWS.CO - Proyek irigasi yang baru rampung di Sumbul Berampu, Kabupaten Dairi, dilaporkan mengalami kerusakan pada lining dan lantai. Dugaan sementara, pekerjaan dilakukan asal-asalan sehingga tidak bertahan lama.
Sejumlah warga sekitar menyampaikan informasi ini kepada awak media pada Sabtu (25/1/25).
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup Atas Persetujuan AMDAL PT DPM Demi Kesejahteraan Masyarakat Dairi-Pakpak-Karo
Salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah mencurigai kualitas proyek tersebut sejak awal.
Menurutnya, campuran semen, pasir, dan batu dalam pengerjaan terlihat kurang memenuhi standar.
"Kecurigaan saya terbukti. Sejak selesai dikerjakan pada Desember 2024 lalu, sekarang lining irigasi sudah banyak yang retak dan bocor," ujarnya.
Baca Juga:
Komisi V DPR Desak Pemerintah Transparan Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi
Seorang anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga heran dengan kondisi bangunan yang cepat rusak. Ia menilai, dengan pagu anggaran lebih dari Rp1,1 miliar, seharusnya proyek ini memiliki kualitas yang lebih baik.
"Kami memang tidak terlalu paham soal teknis, tapi setelah proyek ini selesai, kami pernah melihat ada orang dari Kejaksaan Negeri datang ke lokasi," katanya.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan banyak bagian lining irigasi yang retak, bahkan diduga bocor. Selain itu, kualitas lantai irigasi juga dipertanyakan.
Sumber proyek ini diketahui berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Dairi. Namun, papan informasi proyek sudah tidak ditemukan di lokasi.
[Editor: Irvan Rumapea]